Apa Itu Coklat Dubai dan Bagaimana Proses Pembuatannya?
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah coklat Dubai semakin sering terdengar, terutama di media sosial dan dunia kuliner internasional. Coklat ini dikenal sebagai simbol kemewahan, keunikan rasa, dan tampilan yang elegan—bahkan sering dikaitkan dengan emas, bahan premium, serta harga yang fantastis. Namun, sebenarnya apa itu coklat Dubai? Apakah coklat ini berasal dari biji kakao lokal, atau hanya sekadar tren gaya hidup mewah?
Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian coklat Dubai, ciri khasnya, serta bagaimana proses pembuatannya dari awal hingga siap disajikan.
Apa Itu Coklat Dubai?
Coklat Dubai bukanlah jenis coklat yang berasal dari varietas kakao khusus, melainkan istilah populer untuk coklat premium atau coklat mewah yang diproduksi, dipasarkan, atau dipopulerkan di wilayah Dubai. Kota ini dikenal sebagai pusat kemewahan dunia, sehingga berbagai produk kuliner—termasuk coklat—dikemas dengan konsep eksklusif dan bernilai tinggi.
Coklat Dubai identik dengan:
- Tampilan mewah dan artistik
- Penggunaan bahan premium dan langka
- Sentuhan emas yang bisa dimakan
- Rasa unik dengan kombinasi khas Timur Tengah
Dengan kata lain, coklat Dubai lebih menonjolkan konsep kemewahan dan pengalaman, bukan sekadar rasa manis biasa.
Mengapa Coklat Dubai Begitu Terkenal?
Popularitas coklat Dubai tidak lepas dari citra Dubai sebagai kota glamor. Banyak wisatawan membeli coklat Dubai sebagai:
- Oleh-oleh eksklusif
- Hadiah premium
- Pengalaman kuliner unik
Selain itu, media sosial berperan besar dalam menyebarkan popularitas coklat Dubai, terutama coklat yang dilapisi emas atau disajikan dengan tampilan mencolok.
Ciri Khas Coklat Dubai



4
Coklat Dubai memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari coklat biasa.
1. Menggunakan Emas yang Bisa Dimakan
Salah satu ciri paling ikonik adalah penggunaan emas 23–24 karat yang dapat dimakan. Emas ini tidak memiliki rasa, tetapi memberikan kesan mewah dan eksklusif.
2. Bahan Tambahan Premium
Coklat Dubai sering dipadukan dengan bahan seperti:
- Kacang pistachio
- Kurma premium
- Safron
- Almond dan hazelnut kualitas tinggi
Bahan-bahan ini mencerminkan kekayaan kuliner Timur Tengah.
3. Desain dan Kemasan Eksklusif
Kemasan coklat Dubai biasanya sangat elegan, menggunakan kotak khusus, warna emas, dan desain artistik yang menonjolkan kesan mahal.
4. Produksi Terbatas
Banyak coklat Dubai dibuat dalam jumlah terbatas untuk menjaga eksklusivitas dan nilai jualnya.
Jenis-Jenis Coklat Dubai
Coklat Dubai hadir dalam berbagai bentuk, antara lain:
- Coklat batangan premium
- Truffle coklat mewah
- Coklat isi kurma atau kacang
- Dessert coklat berlapis emas
Semua jenis ini mengusung satu tema utama: kemewahan dan kualitas tinggi.
Dari Mana Asal Biji Kakao Coklat Dubai?
Karena Dubai bukan daerah penghasil kakao, biji kakao untuk coklat Dubai biasanya diimpor dari negara-negara penghasil kakao terbaik, seperti:
- Amerika Latin
- Afrika Barat
- Asia Tenggara
Biji kakao yang digunakan umumnya adalah kakao berkualitas tinggi yang dipilih secara ketat untuk menghasilkan rasa coklat yang kaya dan halus.
Bagaimana Proses Pembuatan Coklat Dubai?



4
Proses pembuatan coklat Dubai pada dasarnya mirip dengan coklat premium lainnya, namun dengan standar kualitas dan detail yang lebih tinggi.
1. Pemilihan Biji Kakao Berkualitas
Proses dimulai dengan pemilihan biji kakao terbaik. Biji ini biasanya sudah melalui proses fermentasi dan pengeringan di negara asal sebelum dikirim ke produsen.
2. Pemanggangan (Roasting)
Biji kakao dipanggang dengan suhu tertentu untuk mengeluarkan aroma dan cita rasa khas coklat. Proses ini sangat menentukan karakter rasa akhir.
3. Penggilingan dan Penghalusan
Setelah dipanggang, biji kakao digiling hingga menjadi pasta coklat. Proses ini bisa berlangsung lama untuk mendapatkan tekstur yang sangat halus.
4. Pencampuran Bahan Premium
Pada tahap ini, produsen menambahkan bahan khas seperti:
- Gula berkualitas tinggi
- Susu (untuk coklat susu)
- Pistachio, kurma, atau safron
Semua bahan dicampur dengan komposisi yang seimbang.
Proses Tempering untuk Hasil Sempurna
Tempering adalah proses penting dalam pembuatan coklat Dubai. Proses ini bertujuan untuk:
- Memberikan kilap alami pada coklat
- Membuat tekstur coklat lebih padat dan tidak mudah meleleh
- Menghasilkan bunyi “snap” saat coklat dipatahkan
Coklat Dubai biasanya melalui tempering dengan kontrol suhu yang sangat presisi.
Penambahan Emas dan Sentuhan Akhir



4
Setelah coklat dibentuk dan didinginkan, barulah ditambahkan emas yang bisa dimakan. Emas ini ditempelkan secara manual dengan sangat hati-hati agar tampil rapi dan elegan.
Tahap akhir meliputi:
- Pemeriksaan kualitas
- Pengemasan eksklusif
- Penyimpanan pada suhu ideal
Semua dilakukan untuk menjaga kualitas dan tampilan coklat.
Mengapa Harga Coklat Dubai Bisa Sangat Mahal?
Harga coklat Dubai bisa jauh lebih tinggi dibanding coklat biasa karena:
- Penggunaan bahan premium dan emas
- Proses pembuatan manual
- Produksi terbatas
- Nilai merek dan citra kemewahan
Dalam banyak kasus, harga mencerminkan pengalaman dan prestise, bukan sekadar rasa.
Apakah Coklat Dubai Lebih Enak dari Coklat Biasa?
Dari segi rasa, coklat Dubai umumnya memiliki kualitas tinggi dengan tekstur halus dan rasa kompleks. Namun, selera tetap subjektif. Tidak semua orang merasa coklat berlapis emas jauh lebih enak dibanding coklat premium lainnya.
Nilai utama coklat Dubai terletak pada:
- Estetika
- Pengalaman
- Eksklusivitas
Kesimpulan
Coklat Dubai adalah simbol coklat mewah yang menggabungkan bahan berkualitas tinggi, desain eksklusif, dan sentuhan kemewahan khas Dubai. Meskipun tidak berasal dari kakao lokal, coklat Dubai memanfaatkan biji kakao terbaik dunia dan diolah dengan standar artisan premium.
Proses pembuatannya melibatkan pemilihan bahan ketat, pengolahan presisi, hingga sentuhan akhir berupa emas yang bisa dimakan. Hasilnya adalah coklat yang tidak hanya lezat, tetapi juga bernilai seni dan prestise.
Coklat Dubai membuktikan bahwa coklat bukan sekadar camilan, melainkan juga pengalaman kuliner mewah yang mencerminkan gaya hidup dan kreativitas modern.